Skip to main content

Lihatlah Sebentar

bolehkan aku bercerita sebentar
tentang malam yang pekat
tentang hujan yang lebat
tentang hati yang tersekat
ah, tapi mulutku tak berbakat

di pojok ruangan kamu dilihat
oleh seorang gadis perangkai ayat
ia selalu melihat
dengan matanya yang bulat
namun kau enggan melihat
maaf, dia memang tak kasat
atau kau saja yang berhemat?

saat ini pukul 12 lebih 8 menit
pikirannya masih berkutat
apakah kau tak ingin mengucapkan selamat?
wajahnya sudah pucat
kertas-kertas berselirat
tulisan-tulisan telah tersemat
ia merasa tenat






Written on Tuesday, March 27th 2018

Comments

Popular posts from this blog

2016

Kau mendapat surat dari seorang perempuan yang hatinya sudah hancur berkali-kali. Entah apa yang para lelaki sebelumnya perbuat hingga hatinya hancur berkeping-keping. Tapi, kau tak perlu tahu siapa saja mereka. Sudah lewat masanya, tak perlu diingat. Perempuan ini mudah jatuh cinta. Namun, entah apa yang terjadi, suatu hari ia bersumpah untuk berhenti sejenak mencintai laki-laki. Katanya, "Sudah cukup. Aku sudah muak!". Ia sibuk memperbaiki hatinya yang sudah hancur menjadi potongan-potongan kecil. Satu  demi satu ia rangkai potongan itu. Lalu, ia menempelkannya dengan lem yang kuat agar tak ada yang terpisah lagi. Kini hatinya tertutup rapat Tak ada satupun celah yang ia sisakan Tak ada yang bisa masuk Aku kira sumpahnya itu hanya main-main saja. Tapi ternyata, ia bersungguh-sungguh. Setiap kali ada laki-laki yang ingin mendekat dan tanpa pikir panjang, ia langsung menjauh seperti ujung utara dan selatan magnet. Jangan tanya rupa perempuan itu...

She Is

She is a rose She is beautiful But be careful to touch her thorns She is a rainy day She is calm But be careful not to get too wet She is hot coffee She is sweet But be careful not to burn your tongue She is an ocean She is deep But be careful to drown in her waves She is everything so wonderful But even the sweetest things aren't always so sweet Written on Thursday, September 8th 2016

Dreadful

She grabbed her hair With lots of tears on her face What she said began to screwed One by one words began to disappear Silence begins to eat her She is petrified Her eyes stared blankly Mirror, now she looks at you She saw her own body Closer to her face Her eyes turned red and her hair was messy Her hand began to rise and clench Once a gain, she saw her body As if to speak something Looked ferocious  She threw her hand toward to you The pieces of mirror began to fall The hand that looks fine now covered in blood She asked, "Why me?" Physical is very resistant but not for her soul Written on Monday, October 10th 2016